Blog

Gagal Beken

On Fire

Menjelang akhir tahun 2007 ini di Manado sedang musim transisi panas ke hujan. Kadang dua hari panas terus besoknya hujan lebat. Jadi siapa pun yang mau merencanakan jalan-jalan akhir pekan harus benar-benar matang. Tapi masabodo dengan hujan panas, saya malah rencana mau ambil jam kuliah ekstra. Bukan karena sedang rajin, tapi karena terpaksa. Iya, saya harus ambil jam ekstra demi asimilasi mata kuliah. Karena ternyata dibanding teman-teman lain saya benar-benar tulalit. Jadi untuk mencegah ketulalitan yang berkepanjangan, saya memutuskan untuk rajin mengunjungi dosen-dosen di kampus untuk silaturrahmi. Betapa mulianya.

Dan itulah kenapa saya semangat.

Anyway, tau kan kalau bulan ini bulan bakti Postel. Postel itu singkatan dari Pos dan Telekomunikasi yang harusnya sudah tidak dipakai lagi (singkatannya, bukan Pos & telekomunikasinya). Nah, ini jadi bencana buat saya. Demi memperingati hari bakti postel, saya jadi salah satu korban penunjukan sewenang-wenang mewakili departemen di kantor untuk ikut lomba catur sama lomba tenis meja. Saya yakin siapa pun yang menunjuk saya, dia pasti tidak tau siapa saya sebenarnya.

Saya cocoknya ikut lomba makan kerupuk!

Singkat cerita akhirnya di hari H, saya dengan mantap menuju tempat dilaksanakannya lomba. Hal pertama yang saya lakukan adalah menengok jadual pertandingan. Dengan harapan saya nanti ketemu lawan yang tidak diunggulkan. Tapi anehnya, jadual yang terpasang adalah jadual pertandingan semifinal. Dan nama saya tidak ada di situ. Setelah saya urut ke belakang ternyata nama saya sudah gugur duluan di babak penyisihan dua hari yang lalu. Setelah saya konfirmasi ke panitia, nama saya dicoret karena saya tidak muncul setelah dipanggil 3 kali. Belakangan saya tau bahwa itu seharusnya menjadi pertandingan pembuka, yang mana di pertandingan pembuka biasanya bergelimpangan snack dan minuman gratis dan diliput koran lokal.

Di sinilah letak kekecewaan saya sebenarnya. Apa yang paling diharapan oleh seorang jomblo nista yang sedang cari muka di hadapan dosen? Publikasi. Saya harusnya masuk koran dengan pose kening berkerut di hadapan papan catur.

19 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *