• Kopi

    Sejarah Kopi

    Berbagai literatur mencatat tanaman kopi berasal dari Abyssinia, nama daerah lawas di Afrika yang saat ini mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea. Namun tidak banyak diketahui bagaimana orang-orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi.┬áKopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi. Mereka mengendalikan perdagangan lewat pelabuhan Mocha, sebuah kota yang terletak di Yaman. Dari pelabuhan Mocha biji kopi diperdagangkan hingga ke Eropa. Saat itu Mocha menjadi satu-satunya gerbang lalu-lintas perdagangan biji kopi, sampai-sampai orang Eropa menyebut kopi sebagai Mocha. Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan…

  • Koleksi Medali Saya 2018
    Running

    Cara Saya Melihat Medali

    Medali 2018 Dulu, ikut event lari atau race, kemudian dapat medali yang dikalungkan di leher itu buat saya rasanya biasa saja. Ya namanya juga finish, dapat medali, normal. Lagipula sebagai orang dewasa, rasanya kok tidak terlalu penting dapat medali sebagai ungkapan “good job”. Toh pada akhirnya medali-medali ini berserakan di kamar, di gudang, bahkan hilang. Tapi di tahun 2018, ketika negara api menyerang, semua berubah. Resolusi Sehat 2018 Salah satu resolusi 2018 saya adalah tetap sehat dengan 3 kali finish Half Marathon di 3 event Marathon nasional. Setelah berhasil finish di event Half Marathon ketiga di 2018, cedera parah menghantam. Saya kena Iliotibial band syndrome (ITBS) plus hasil MRI “scarifying…

  • Tim TERRA saat evakuasi di Palu
    Blog

    Segores Catatan dari Palu #6

    30 September 2018 pukul 23:30, tim SAR dan relawan berhasil mengevakuasi sepasang Ibu dan anak setelah 2 hari tertimbun reruntuhan di Perumnas Balaroa. Keduanya berpelukan dalam kondisi terjepit, Separuh badannya terbenam lumpur hingga ke leher, sisanya terhimpit reruntuhan. Dalam proses evakuasi, berkali-kali tim SAR harus terus berusaha membuat korban tetap sadar dengan menepuk-nepuk pundaknya, berkali-kali itu pula korban pingsan. Pada akhirnya, keduanya berhasil dievakuasi meski sayangnya, si Ibu meninggal, namun anaknya, Nurul, 17 tahun, perempuan, selamat dengan kondisi hipotermia akibat terendam lumpur lebih dari 48 jam. 1 Oktober 2018, tim Basarnas kembali berhasil menyelamatkan 1 orang korban dalam kondisi hidup dari hotel Roa-roa. Hotel yang ambruk rata dengan tanah. Korban…

  • Perumnas Balaroa, Palu
    Blog

    Segores Catatan dari Palu #5

    Di sini, saya belajar banyak tentang kehilangan, tentang kepedihan, kengerian, tentang ketakutan, duka dan tangis. Di sini, saya belajar banyak tentang kesabaran, tentang kekuatan, semangat, kebersamaan dan pantang menyerah. Di sini, saya belajar bahwa kehilangan akan mengajarkanmu bagaimana menghargai sesuatu yang masih dalam genggaman. Balaroa-Palu, 7 Oktober 2018.

  • Blog

    Segores Catatan dari Palu #4

    05 Oktober 2018. Suara Adzan Maghrib berkumandang bersahut-sahutan, suara yang 5 hari terakhir ini hampir tidak pernah terdengar. Maklum listrik di kota Palu baru berangsur pulih di hari kelima ini. Sesuai jadual, hari ini saya kebagian menyisir alat produksi di sepanjang pesisir pantai Talise, salah satu daerah terdampak paling parah akibat Tsunami. Seharian di sana dan melihat secara langsung kondisi pesisir pantai Talise, rasanya seperti gak percaya ini benar-benar terjadi. Sangat mengguncang emosi. My heart broke, I literally cry. Suara adzan bisa sedikit menyejukkan hati. Meskipun lelah, tapi bahagia melihat orang-orang sudah kembali beraktifitas. Masjid terang benderang karena listrik PLN sudah normal, sinyal ponsel juga kuat. Dan yang paling memuaskan…

  • Basarnas Saat Evakuasi Korban Gempa Palu
    Blog

    Segores Catatan dari Palu #3

    Saya punya super hero baru. Jelas akan saya jadikan cerita pengantar tidur anak-anak kami. Dan kalau mereka tahu Bapaknya sudah bertemu langsung dengan super hero ini, mereka pasti ngiri setengah mati. Super hero ini berkostum oranye, bersepatu boot, lengkap dengan masker dan sarung tangan. Kekuatan supernya juga keren. Mampu mengangkat reruntuhan, menggali timbunan lumpur dan bisa tiba-tiba muncul di manapun dengan sangat cepat. Mereka ramah anak kecil, hormat pada yang lebih tua, senyum dan sapa tidak pernah lepas dari wajah mereka. Meskipun jelas, gurat lelah tidak mampu mereka sembunyikan. Ah.. anak-anak pasti suka. Avignam Jagat Samagram. Palu, 5 Oktober 2018 H+6 Gempa Tsunami Donggala Palu #PALUBANGKIT #SavePalu #PrayForPalu

  • Kondisi bangunan yang terkena gempa
    Blog

    Segores Catatan dari Palu #2

    30 september 2018 (30 jam setelah gempa 7,7 SR di Donggala dan Tsunami di Palu) pukul 07.30 pagi, saya mendarat di kota Palu dengan Hercules. Tugas saya adalah memastikan layanan komunikasi beroperasi normal demi lancarnya koordinasi SAR, bantuan dan relawan. Tiba di kota Palu, kesan pertama yang saya rasakan adalah kengerian. Meski begitu, kota Palu yang luluh lantak di beberapa titik tidak menyurutkan semangat kami untuk terus maju. Pemandangan yang saya hadapi ternyata sangat mengejutkan, namun semuanya masih wajar. Bangunan ambruk, jalanan terbelah, jembatan putus, wajar.. Namanya juga gempa bumi. Kapal laut terdampar di darat, pemukiman rata dengan tanah, pohon-pohon tumbang menutup jalan, wajar.. Namanya juga Tsunami. Sirine meraung-raung, orang…

  • Blog

    Segores Catatan dari Palu #1

    “NAK, MAMA SELAMAT, MAMA SELAMAT! Alhamdulillah.. Te usah khawatir, mama so di pengungsian. Kasi tau kaka’mu mama ada bae-bae.” Kata seorang Ibu yang akhirnya berhasil menelepon anaknya sambil menangis sesenggukan, dengan hp yang saya pinjamkan. Si Ibu tidak punya Hp. Jangankan Hp, pakaian pun hanya tersisa di badan saja. Dengan beberapa bagian yang tampak sobek. Mungkin terkena reruntuhan. Dia selamat dari gempa 7,7 SR yang menggucang kota Palu. Yang dia butuhkan hanya komunikasi ke sanak keluarganya di kota yang kebetulan tidak terdampak gempa. Menyaksikan momen ini, tidak terasa mata saya sembap. Layanan komunikasi yang lancar tidak kalah pentingnya dengan proses evakuasi dan rescue. Kami berjalan beriringan dengan seluruh kemampuan, bersama…

  • Running

    Olahraga Lari Sekarang Mahal

    Kata teman saya, olahraga lari sekarang sudah kehilangan hakikatnya. Berubah dari olahraga murah menjadi olahraga mahal. Masa mau lari saja harus daftar? Sudah capek, bayar pula. Apalagi kalau acaranya di luar pulau, harus beli tiket dan akomodasi. Belum lagi harga sepatunya, pakaiannya, sampai aksesorisnya. Well, dari perspektif itu dia benar. Mari kita hitung biaya yang dibutuhkan seandainya kita mau ikut Half Marathon di luar pulau. Biaya kita bagi menjadi dua: biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap biasanya gak berubah di tiap event. Misalnya yang sekali beli seperti sepatu, pakaian dan aksesoris, atau biaya makan & minum tiap event. Biaya variabel adalah biaya yang muncul di tiap event dengan harga…

  • Running

    Kekecewaan di Bukopin Makassar Marathon 2018

    Kalau event Half Marathon sebelumnya di Jogja Marathon 2018 saya berhasil finish dalam 2 jam 40 menit, maka di Makassar Marathon 2018 ini saya bertekad finish lebih cepat. Maksimal 2 jam 30 menit saja. Sedikit lebih baik dari sebelumnya. Namanya juga PELARI HORA-HORE, gak ada target ngejar podium apalagi juara. Bisa finish dengan sehat dan bisa foto-foto aja sudah puas banget. Maka saya pun mengatur strategi norak. 21 km saya bagi 3 menjadi 7 km tiap fase. Fase pertama saya ceritanya harus lari dengan pace 7,5 menit/km, selanjutnya di fase kedua 7 menit/km, dan terakhir di fase ketiga 6,5 menit/km. Sehingga kalau dihitung-hitung saya harusnya bisa finish Half Marathon dalam…